Masjid Bayazid II Di Bangun Di Waktu Kekaisaran Ottoman

Masjid Bayezid II yaitu satu masjid kekaisaran Ottoman yang terdapat di Alun-alun Beyazit lokasi Istanbul, Turki, dekat reruntuhan Komunitas odosius kuno Konstantinopel.

Sejarah
Beyazidiye Camii ditugaskan oleh Ottoman Sultan Bayezid II, serta adalah kompleks masjid kekaisaran ke-2 kedua yang akan dibangun di Istanbul sesudah penaklukan itu. Jadi kompleks paling awal, Masjid Fatih lalu hancur oleh gempa bumi serta dibuat kembali dengan gaya yang berlainan, kompleks Beyazidiye mempunyai arti histori serta arsitektural yang cukup besar. 1 Kalau arsitek itu yaitu seseorang keponakan dari arsitek Yunani Masjid Fatih (Atik Sinan atau Christodoulos), di ketahui dari hibah Bayazid II. 2 Hibah ini menyatakan anugerah oleh Mehmed II dari Gereja Ortodoks Yunani di St. Mary of Mongol, hanya satu gereja di Istanbul yg tidak sempat masuk masjid, pada ibu Christodoulos (nenek moyang Masjid Bayezid II) dalam pernyataan Dari ke-2 karya arsitek itu. 2 Sedikit sekali lagi yang di ketahui mengenai arsitek terkecuali dia juga membuat kafilah di Bursa ; Tetapi, gaya masjid yang dipoles tersebut tunjukkan pengalaman dengan tehnik arsitektur Ottoman serta barat terlebih dulu. 3 Kompleks külliye sekelilingnya (madrasah, sekolah basic,

Kubah itu dibuat kembali sesudah gempa bumi pada th. 1509, serta Mimar Sinan lakukan perbaikan selanjutnya pada th. 1573-74. Menara – menara itu dibakar dengan terpisah pada th. 1683 serta 1764. Satu prasasti diatas pintu masuk halaman tunjukkan kalau perbaikan juga dikerjakan pada th. 1767.

Eksterior
Masjid itu diorientasikan di selama sumbu barat laut-tenggara dengan halaman di samping barat laut dengan luas nyaris sama juga dengan masjid tersebut. Halaman mempunyai portal masuk monumental di tiap-tiap sisinya. Halaman itu yaitu peristyle bertautan, dengan dua puluh kolom kuno porfiri, antik serta granit yang diselamatkan dari gereja serta reruntuhan kuno, beratap dengan 24 kubah kecil, serta dengan trotoar di marmer polikromik.

Masjid tersebut memiliki ukuran sekitaran 40 mtr. (130 kaki) persegi, dengan kubah diameter 17 mtr. (56 kaki). Desainnya yaitu kubah tengah yang dipegang oleh semi kubah di ke-4 sisinya. Masjid ini dibuat semuanya dari batu potong yang memakai batu serta kelereng berwarna yang sesuai dari reruntuhan Bizantium di dekatnya.

Interior

Interior Bayezid Camii
Sisi dalam masjid berpola sesudah Hagia Sophia dalam taraf yang lebih kecil. 1 Terkecuali kubah pusat yang besar, semidom ke arah timur serta barat membuat nave, sedang di utara serta selatan meluas ke gang samping, semasing dengan empat kubah kecil yang perpanjang panjang masjid, tetapi tidak dibagi kedalam Galeri. Kubah ini di dukung oleh tiang persegi panjang yang besar, dengan pendampingan yang halus serta dekorasi stalaktit. Ruangan itu dinyalakan dengan dua puluh jendela di basic kubah serta tujuh jendela di tiap-tiap kubah semi, di samping dua susunan jendela pada dinding.

Di bagian barat, satu koridor luas meluas melampaui susunan paling utama bangunan. Awalannya didesain jadi empat ruangan kubah untuk jadikan tempat peristirahatan untuk beberapa darwis yang mengembara, sayapnya diintegrasikan kedalam ruangan doa di era ke-6 belas serta saat ini terbagi dalam tiga ruang berturut-turut yang dipisahkan oleh lengkungan. 4 Di ujung sayap ini ada dua menara.

Dasar
Di belakang masjid ada taman kecil yang diisi türbe (makam) Sultan Bayezid II, putrinya Selçuk Hatun, serta Grand Vizier Koca Mustafa Reşid Pasha. 1 Dibawah taman ini ada beberapa toko yang awal mulanya disewa untuk mensupport masjid. Arcade ini didesain oleh Mimar Sinan pada th. 1580 serta dipugar dengan ekstensif pada th. 1960an. Bekas dapur umum masjid itu dirubah jadi Perpustakaan Negara Istimewa Istanbul oleh Sultan Abdulhamid II pada th. 1882 serta menyimpan lebih dari 120. 000 buku serta 7000 manuskrip. Demikian pula, sisa madrasah saat ini tinggal di Perpustakaan Kota Istanbul.