Cara Merawat Tanaman Hias Daun Aglaonema

Terdapat berbagai macam jenis tanaman hias yang terdapat di Indonesia, baik itu tanaman hias daun ataupun tanaman hias yang berbentuk bunga yang pastinya memiliki perlakuan yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya saat merawat tanaman hias tersebut. Perawatan yang baik dan benar pastinya akan membuat tanaman tetap sehat dan tumbuh dengan baik, tindakan perawatan tanaman tentu saja tidak boleh sembarangan.

Tanaman aglaonema atau yang dikenal juga sebagai tanaman sri rejeki merupakan tanaman hias yang aslinya merupakan tanaman yang memiliki habitat asli di hutan hujan tropis sehingga tumbuh dengan baik pada derah yang intensitas penyinarannya rendah dan juga memiliki tingkat kelembaban yang tinggi. Tanaman ini memiliki cirri-ciri akar serabut serta batang yang biasanya tidak berkambium ataupun berkayu. Daun menyirip serta memiliki pembuluh pengangkut berupa xylem dan floem yang tersusun secara acak dan juga tidak berurutan seperti tanaman pada umumnya, Jasa Taman.

Seiring dengan perkembangan ilmu botani, maka kini terdapat berbagai macam jenis aglaonema hibrida yang telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik dan memiliki berbagai macam varias jenis warna, bentuk serta ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami biasanya.

Cara untuk merawat tanaman hias aglaonema yang baik dan benar, yaitu :

1. media tanam aglaonema

Ada beberapa macam media tanam untuk tanaman hias diantaranya adalah :

  • pakis : tanaman ini dapat menyimpan air dengan baik dan memiliki drainase dan aerasi yang bagus, akarnya dapat menyerap air dengan mudah dan leluasa untuk berkembang, tidak mudah lapuk dan biasanya memiliki daya tahan yang tinggi.
  • sekam bakar : sekam bakar memiliki kelebihan unsur yang terletak pada sifatnya yang steril dan daya tahannya yang mencapai 1 tahun, aerasinya cukup baik namun daya serapnya terhadap air kurang baik sehingga harus dicampur dengan unsure yang biasanya dapat menyimpan air
  • pasir malang : pasir malang memiliki unsur media yang tingkat porositasnya cukup baik, sehingga penggunaannya biasanya digunakan untuk mencegah media yang terlalu basah dan air yang menggenang.
  • cocopeat : cocopeat adalah sabut kelapa hasil olahan, unsur ini sangat cocok digunakan bila menginginkan media yang cukup lembab untuk aglaonema khususnya di didaerah yang kering dan panas, cocopeat biasanya dapat menahan air cukup lama dalam jumlah yang lumayan banyak namun sifatnya mudah lapuk dan rusak.
  • kaliandra : kaliandra cocok digunakan sebagai media di daerah kering dan juga panas karena media ini cenderung cepat lembab sehingga rawan terjangkit cendawan pengganggu, sifatnya mudah lapuk juga dan biasanya hanya bertahan selama 4 bulan sampai 6 bulan saja.

Mengenai masalah penyiraman, anda harus menyesuaikan pada kondisi media dan lingkungan sekitar anda. Penyiraman dengan air dilakukan secukupnya dan tidak sampai menggenangi media tanam. Hal penting yang harus diperhatikan yaitu penggunaan air yang digunakan untuk menyiram tanaman anda, air yang digunakan sebaiknya adalah air yang tidak mengandung kaporit. Anda dapat menggunakan air sumur yang belum terkontaminasi oleh bahan-bahan kimia berbahaya.

Untuk pemupukan tanaman aglaonema harus diberikan secara rutin sekitar dua minggu sekali agar pertumbuhan tanaman hias daun aglaonema tetap baik. Pemberian pupuk akan menambahkan nutrisi kepada tanaman yang pastinya akan menunjang pertumbuhannya ke depannya. Pupuk yang sering digunakan adalah pupuk NPK. Unsur N diperlukan lebih banyak dikarenakan unsur ini memiliki kegunaan untuk merangsang pertumbuhan daun agar sehat dan juga segar, serta memperbanyak anakannya. Unsure P bisa diberikan lebih sedikit karena unsur ini membantu untuk pembentukan akar, bunga dan juga biji. Unsur K diberikan dengan dosis yang cukup. Unsure ini diberikan untuk tujuan memperlancar semua proses yang terdapat dalam tanaman dan memperkuat jaringan sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit.

Agar tanaman aglaonema dapat tumbuh dengan baik dan daun yang dihasilkan juga segar, maka tingkat kelembaban yang dibutuhkannya adalah berkisar antara 50% sampai dengan 75%. Kelembaban lebih rendah akan menyebabkan daun menjadi pucat dan akhirnya layu. Sedang kelembaban yang lebih tinggi akan memicu munculnya beragam penyakit, terutama adalah jamur.

Demikianlah penjelasan singkat tentang tanaman aglaonema dan cara merawatnya, semoga dapat menambah pengetahuan anda.